ROHIL, Mediapesisirnews.com– Suasana penuh khidmat dan kekhusyukan mewarnai pelaksanaan Ratip Togak sebagai rangkaian penutup Suluk 10 Hari di Rumah Suluk Haqqul Ibadah, Jalan Sempurna, Kepenghuluan Labuhan Tangga Hilir, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.
Kegiatan keagamaan tersebut turut dihadiri Datuk Penghulu Labuhan Tangga Hilir, M. Tarmizi, SH. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan sekaligus upaya mempererat silaturahmi antara pemerintah kepenghuluan, ulama, jamaah dan masyarakat.
Ratip Togak dipimpin langsung oleh Tuan Guru Mudo Khalifah KH. Abdul Muhaimin, putra kandung almarhum Tuan Syech Tuan Guru H. Saed. Puluhan jamaah mengikuti lantunan zikir, ayat-ayat suci Al-Qur'an dan doa dengan penuh ketundukan.
Dalam suasana yang hening, lantunan La ilaha illallah menggema di Rumah Suluk Haqqul Ibadah. Zikir tersebut menjadi ungkapan ketauhidan sekaligus doa dan pengharapan kepada Allah SWT agar senantiasa memberikan perlindungan kepada masyarakat.
Datuk Penghulu M. Tarmizi, SH. menyampaikan rasa syukur dapat hadir dan menyaksikan langsung rangkaian penutupan Suluk 10 Hari tersebut.
Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti suluk dan Ratip Togak memiliki nilai penting dalam kehidupan bermasyarakat, terutama dalam memperkuat silaturahmi dan mengingatkan diri untuk senantiasa mendekatkan hati kepada Allah SWT.
"Alhamdulillah, kita bersyukur dapat hadir bersama para guru, jamaah dan masyarakat dalam kegiatan Ratip Togak ini. Mudah-mudahan zikir dan doa yang kita panjatkan menjadi amal ibadah yang diterima Allah SWT,"ujar Tarmizi.
Ia juga berharap keberadaan Rumah Suluk Haqqul Ibadah dapat terus menjadi tempat yang membawa kesejukan bagi masyarakat Labuhan Tangga Hilir dan sekitarnya.
"Kita berdoa semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan kepada kampung kita, menjaga masyarakat dari segala bala dan musibah, serta memberikan kesehatan, keselamatan dan ketenteraman bagi kita semua,"lanjutnya.
Tarmizi menambahkan, kehidupan masyarakat tidak hanya membutuhkan pembangunan secara fisik, tetapi juga membutuhkan kekuatan spiritual, kebersamaan dan kepedulian antarsesama.
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam kegiatan suluk hendaknya dapat dibawa dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga akhlak, mempererat persaudaraan dan membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
" Mudah-mudahan setelah sepuluh hari menjalankan suluk, kita semua mendapatkan keberkahan dan semakin dekat kepada Allah SWT. Apa yang kita dapatkan selama suluk hendaknya tidak berhenti di rumah suluk, tetapi diamalkan dalam kehidupan sehari-hari," ungkapnya.
Sementara itu, pelaksanaan Ratip Togak berlangsung dalam suasana penuh kekhusyukan. Para jamaah bersama-sama melantunkan zikir dan doa, memohon pertolongan serta perlindungan Allah SWT untuk diri, keluarga dan masyarakat.
Doa agar kampung senantiasa dijauhkan dari bala dan musibah juga menjadi bagian dari pengharapan jamaah.
Bagi masyarakat Labuhan Tangga Hilir, Rumah Suluk Haqqul Ibadah bukan hanya menjadi tempat pelaksanaan kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan pembinaan spiritual masyarakat.
Kehadiran Datuk Penghulu dalam kegiatan tersebut semakin memperlihatkan pentingnya sinergi antara pemerintah kepenghuluan, ulama dan masyarakat dalam menjaga kehidupan sosial yang religius, harmonis dan penuh kebersamaan.
Semoga lantunan zikir menjadi cahaya bagi hati, doa menjadi jalan datangnya keberkahan, dan kebersamaan yang terjalin menjadi kekuatan bagi masyarakat Labuhan Tangga Hilir.
Amin Ya Rabbal 'Alamin...
Editor: Redaksi





