Internasional, MEDIAPESISIRNEWS.com | Belum lama ini di sejumlah pemberitaan nasional menyorot sebuah fasilitas milik perusahaan energi asal Amerika Serikat, Halliburton, dilaporkan mengalami kerusakan dan kebakaran setelah menjadi sasaran serangan drone di Provinsi Basra, Irak. Serangan tersebut terjadi di kompleks yang menampung kantor dan gudang perusahaan energi asing.
Laporan dari sejumlah media internasional menyebutkan bahwa drone menghantam kompleks fasilitas yang digunakan oleh perusahaan energi Amerika, termasuk Halliburton dan kontraktor energi KBR. Serangan tersebut memicu kebakaran di beberapa bangunan, terutama area perkantoran dan pergudangan di dalam kompleks tersebut.
Rekaman udara yang beredar menunjukkan kerusakan pada beberapa bangunan setelah serangan terjadi. Asap tebal terlihat membumbung dari lokasi kejadian, sementara petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengendalikan api agar tidak menyebar ke fasilitas lain di kawasan tersebut.
Menurut sumber keamanan setempat, serangan drone itu menargetkan kompleks yang menjadi tempat operasional sejumlah perusahaan energi asing yang bekerja di sektor minyak Irak. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut, meskipun kerusakan material dilaporkan cukup signifikan.
Kota Basra sendiri merupakan pusat utama industri minyak Irak. Wilayah ini menjadi lokasi operasi berbagai perusahaan energi internasional yang terlibat dalam pengembangan ladang minyak besar di selatan Irak. Karena itu, kawasan ini sering dianggap sebagai lokasi strategis bagi industri energi global.
Serangan terhadap fasilitas energi tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah. Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah serangan drone dan roket dilaporkan menargetkan fasilitas energi, bandara, dan lokasi yang berkaitan dengan kepentingan asing di Irak.
Pemerintah Irak dilaporkan tengah melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut dan berjanji meningkatkan keamanan di sekitar fasilitas energi strategis. Sementara itu, beberapa perusahaan energi internasional dilaporkan mulai mengevakuasi sebagian pekerja asing sebagai langkah antisipasi terhadap potensi serangan lanjutan.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak Halliburton terkait tingkat kerusakan fasilitas maupun dampak operasional yang ditimbulkan akibat serangan tersebut.
Sumber: Reuters, Al Jazeera, Detik, Kabarnusantara. https://search.app/78atx
Editor: Redaksi






