Mediapesisirnews.com– Suasana religius dan penuh kekhusyukan menyelimuti Rumah Suluk Haqqul Ibadah, Jalan Sempurna, Kepenghuluan Labuhan Tangga Hilir, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, saat puluhan jamaah mengikuti Ratip Togak atau ratib berdiri sebagai rangkaian penutup suluk selama 10 hari. Rabu (30/9/2026) malam.
Kegiatan tersebut menjadi momentum berakhirnya rangkaian ibadah suluk yang telah dijalani para jamaah selama sepuluh hari. Sejak awal hingga penutupan, para jamaah mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan dengan penuh kesungguhan dan ketenangan.
Ratip Togak dipimpin langsung oleh Tuan Guru Mudo Khalifah KH. Abdul Muhaimin, putra kandung almarhum Tuan Syech Tuan Guru H. Saed, ulama yang dikenal luas oleh masyarakat Rokan Hilir, khususnya di wilayah Panipahan dan sekitarnya.
Dalam suasana yang hening, jamaah mengawali rangkaian ratib dengan membaca Surah Al-Kausar, kemudian dilanjutkan dengan sejumlah surah dan ayat suci Al-Qur'an, zikir serta doa.
Lantunan “La ilaha illallah” terdengar berulang dalam suasana khusyuk. Zikir tersebut menjadi bagian dari ikhtiar rohani para jamaah untuk senantiasa mengingat dan memohon pertolongan kepada Allah SWT.
Dalam rangkaian zikir dan doa, jamaah juga memanjatkan harapan agar Allah SWT memberikan perlindungan serta menjauhkan segala bala dan musibah dari kampung dan masyarakat.
"La ilaha illallah. Kami ini zikir kepada Allah, memohon pertolongan kepada Allah. Jauhkanlah bala dari kampung kami, lindungilah masyarakat kami dan berikan keselamatan serta keberkahan,” menjadi bagian dari ungkapan doa yang mengiringi kekhusyukan jamaah.
Doa tersebut bukan sekadar rangkaian kata, melainkan bentuk pengharapan seorang hamba kepada Sang Pencipta. Di tengah kehidupan masyarakat yang penuh dengan berbagai ujian, zikir dan doa menjadi salah satu jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memohon perlindungan-Nya.
Para jamaah berdiri dengan penuh ketundukan. Lantunan zikir dan ayat-ayat suci Al-Qur'an menggema di Rumah Suluk Haqqul Ibadah, menciptakan suasana spiritual yang begitu terasa.
Tidak sekadar menjadi penanda berakhirnya suluk, Ratip Togak juga menjadi momentum untuk kembali mengingat bahwa perjalanan ibadah tidak berhenti ketika rangkaian suluk selesai.
Sepuluh hari yang telah dilalui menjadi ruang bagi jamaah untuk melakukan perenungan, memperbanyak zikir, mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.
Tuan Guru Mudo Khalifah KH. Abdul Muhaimin memimpin langsung rangkaian ibadah hingga selesai. Kehadirannya sekaligus meneruskan tradisi keagamaan yang diwariskan dari ayahandanya, almarhum Tuan Syech Tuan Guru H. Saed.
Rumah Suluk Haqqul Ibadah pun menjadi tempat masyarakat berkumpul dalam suasana keagamaan, menjaga silaturahmi dan memperkuat kecintaan terhadap ibadah.
Bagi para jamaah, penutupan suluk bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk membawa nilai-nilai yang diperoleh selama suluk ke dalam kehidupan sehari-hari.
Sebab hakikat suluk bukan hanya tentang berdiam dan berzikir di sebuah rumah suluk, tetapi bagaimana hati menjadi lebih dekat kepada Allah SWT, lisan lebih terjaga, serta kehidupan di tengah masyarakat semakin dipenuhi akhlak dan kebaikan.
Dengan berakhirnya Suluk 10 Hari dan dilaksanakannya Ratip Togak, Rumah Suluk Haqqul Ibadah kembali menyisakan suasana teduh dan kenangan spiritual bagi para jamaah.
Di penghujung kegiatan, doa kembali dipanjatkan. Semoga kampung tempat mereka bermukim senantiasa diberi keselamatan, dijauhkan dari bala dan musibah, dilimpahkan keberkahan, serta masyarakatnya diberikan ketenteraman dalam menjalani kehidupan.
“La ilaha illallah...”
Zikir terus dilantunkan, mengiringi harapan agar hati senantiasa terpaut kepada Allah SWT.
Semoga setiap zikir yang dilantunkan, setiap ayat yang dibaca dan setiap doa yang dipanjatkan menjadi amal ibadah yang diterima Allah SWT serta membawa keberkahan bagi jamaah, keluarga dan masyarakat.
Amin Ya Rabbal 'Alamin.
Editor: Redaksi





