Home / Redaksi

GAPERKASINDO Dorong Revolusi Hijau, Indonesia Ditargetkan Jadi Produsen Pupuk Hayati dan Organik Terbesar di Dunia

Media Pesisir News - 25 April 2026, 13:57 WIB , Dibaca 19x

GAPERKASINDO Dorong Revolusi Hijau, Indonesia Ditargetkan Jadi Produsen Pupuk Hayati dan Organik Terbesar di Dunia

JAKARTA, MEDIAPESISIRNEWS.com | Ketua Umum Gabungan Pengusaha Pertanian dan Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia (GAPERKASINDO), Hasyari Nasution, mencanangkan transformasi besar industri pupuk nasional, dari ketergantungan pada pupuk anorganik impor menuju kemandirian pupuk hayati dan organik berbasis bahan baku lokal.

“Selama 80 tahun merdeka, kita masih terjebak dalam pola pikir yang dibentuk pemain global. Padahal, kita sesungguhnya duduk di atas tambang pupuk,” tegas Hasyari kepada awak media di Jakarta, Jumat (24/4).

Menurut dia, Indonesia memiliki potensi luar biasa melalui 573 juta ton biomassa sawit serta 93 juta ton kotoran ternak per tahun yang dapat diolah menjadi sumber pupuk bernilai ekonomi lebih dari Rp60 triliun, namun selama ini banyak yang terbuang sia-sia.

Data Kunci GAPERKASINDO

1. Krisis Fiskal Pupuk

Sekitar 70 persen bahan baku NPK masih bergantung pada impor. Subsidi pupuk pada 2025 diproyeksikan mencapai Rp46,8 triliun, rentan terhadap gejolak dolar dan konflik global.

2. Kondisi Tanah Mengkhawatirkan

Sebanyak 72 persen lahan sawah memiliki kandungan C-organik di bawah 2 persen. Produktivitas stagnan meski penggunaan pupuk kimia terus meningkat.

3. Ketimpangan Kandungan Hara

Pupuk kimia tunggal dan majemuk umumnya hanya memiliki 2–4 unsur hara. Sementara pupuk semi organik mampu mengandung 6–14 unsur hara, meliputi makro primer, sekunder, hingga mikro.

Tantangan untuk Presiden Prabowo

GAPERKASINDO menilai krisis pangan dan pupuk global justru menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk melakukan lompatan besar.

Hasyari mendorong tiga langkah utama:

Mengakhiri ketergantungan impor dan memberi ruang lebih besar bagi produsen pupuk ramah lingkungan dalam negeri.

Mengoptimalkan “gunung mineral organik” dari limbah kebun dan peternakan sebagai sumber bahan baku pupuk nasional yang melimpah dan berkelanjutan.

Mengalihkan Rp25 triliun subsidi pupuk kimia menjadi voucher pupuk semi organik sebesar Rp3 juta per hektare bagi 10 juta petani.

“Jika Presiden berani mengambil momentum ini, Indonesia bukan hanya mencapai swasembada pangan, tetapi bisa menjadi pemasok pupuk sehat nomor satu dunia. Bahkan biaya kesehatan dapat ditekan melalui pangan rendah residu,” ujar Hasyari.

GAPERKASINDO bersama Koperasi FANANTARA menyatakan siap menjadi mitra eksekutor utama program tersebut, dengan target memangkas Rp31 triliun subsidi dan mensubstitusi 50 persen impor pupuk sebelum 2028.

“Kedaulatan pangan tidak mungkin terwujud tanpa kedaulatan pupuk,” pungkasnya.

Editor: Mz/Red

Share :

Terpopuler


Kejaksaan Agung Memeriksa 2 Saksi Terkait Perkara Impor Gula

Terpopuler

28 November 2023, 18:59 WIB

Kejaksaan Agung Memeriksa 2 Saksi Terkait Perkara Impor Gula

Berita Terbaru


Daftar Lengkap! 43 Pejabat Rohil Dilantik, Ini Nama-namanya

Berita Terbaru

21 April 2026, 14:08 WIB

Daftar Lengkap! 43 Pejabat Rohil Dilantik, Ini Nama-namanya
Ketua KONI Rohil Ucapkan Selamat Harlah ke-66 PMII

Berita Terbaru

18 April 2026, 00:47 WIB

Ketua KONI Rohil Ucapkan Selamat Harlah ke-66 PMII

Berita Lama


Daftar 14 Negara yang Dilarang Masuk Indonesia Mulai Hari Ini

Berita Lama

07 Januari 2022, 11:39 WIB

Daftar 14 Negara yang Dilarang Masuk Indonesia Mulai Hari Ini
Ashanty Positif Omicron Usai Pulang dari Turki

Berita Lama

07 Januari 2022, 11:42 WIB

Ashanty Positif Omicron Usai Pulang dari Turki
DPD TOPAN RI Rohil Silaturahmi Ke Desa Aek Batu

Berita Lama

10 Januari 2022, 03:27 WIB

DPD TOPAN RI Rohil Silaturahmi Ke Desa Aek Batu