Mediapesisirnews.com, BAGANSIAPIAPI - Keluarga besar Suku Bugis yang tergabung dalam Badan Pengurus Daerah (BPD) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) dan Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi.
Kegiatan yang berlangsung di rumah Kasbu, Kepala Bidang pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Rohil, tersebut berjalan penuh khidmat. Suasana peringatan terasa hangat dan penuh kekeluargaan, dengan para jamaah mengikuti rangkaian acara secara tertib dan penuh penghayatan.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang keteladanan Rasulullah, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antaranggota keluarga besar Suku Bugis.
Peringatan Maulid Nabi turut diisi tausiyah oleh penceramah kondang asal Bagansiapiapi, Ustaz Jefri. Tausiyah yang disampaikan memberikan nuansa kesejukan dan pesan-pesan keislaman kepada para jamaah yang hadir, baik dari kalangan bapak maupun ibu.
Selain rangkaian acara keagamaan, kegiatan tersebut juga turut dihidangkan berbagai makanan khas Sulawesi sebagai bentuk pelestarian budaya dan tradisi kuliner. Para jamaah disuguhi coto Makassar, burasak, barongko, bandang-bandang, bolu pecak, serta aneka hidangan khas lainnya. Sajian tersebut semakin menambah keakraban dan suasana kekeluargaan di antara para peserta yang hadir.
Ketua KKSS Rohil, H. Jumadi, mengatakan kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan keluarga besar Suku Bugis dari berbagai daerah. Di antaranya Pengurus Cabang (PC) Pekanbaru Kota, pengurus dari Tanah Putih Tanjung Melawan, Kecamatan Sinaboi Kampung Aman, serta Bagan Batu.
Menurut H. Jumadi, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki makna penting, bukan hanya dari sisi keagamaan, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat hubungan persaudaraan dan kebersamaan di antara sesama anggota organisasi.
"Selain memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini juga untuk mempererat silaturahmi sesama Suku Bugis dan organisasi. Kita berharap hubungan kekeluargaan ini terus terjaga dengan baik," ujar H. Jumadi, Minggu (13/9/2026).
Ia mengingatkan agar semangat kebersamaan tersebut terus dipelihara dan tidak mudah terpecah oleh berbagai perbedaan. Menurutnya, persatuan dan kesatuan menjadi modal penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat.
H. Jumadi juga mengimbau seluruh keluarga besar Suku Bugis untuk senantiasa hidup damai, saling menghargai, bergandengan tangan, serta menjaga hubungan baik dengan seluruh kelompok masyarakat lainnya.
"Kita harus menjaga persatuan dan kesatuan. Jangan sampai kita terpecah belah. Dengan kebersamaan dan silaturahmi, insyaallah hubungan kekeluargaan akan semakin kuat,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan keagamaan seperti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Kegiatan tersebut selama ini telah menjadi tradisi tahunan yang terus dijaga dan diwariskan secara turun-temurun.
H. Jumadi menegaskan, nilai-nilai keagamaan, persatuan, dan kesatuan harus terus menjadi landasan dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis.
"Semoga kegiatan seperti ini terus kita pertahankan. Bukan hanya sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai wadah memperkuat silaturahmi, persaudaraan dan persatuan kita," pungkasnya.
Editor: Redaksi





