Home / Peristiwa

BREAKING NEWS.!!! Nelayan Rohil Selamat Diterkam Buaya, Berikut Kronologi Lengkap Kejadian di Sungai Rokan

Media Pesisir News - 07 Juli 2026, 02:43 WIB , Dibaca 212x

BREAKING NEWS.!!! Nelayan Rohil Selamat Diterkam Buaya, Berikut Kronologi Lengkap Kejadian di Sungai Rokan

Mediapesisirnews.com, ROHIL - Seorang nelayan bernama Abdul Aziz (43), warga Sungai Menasib, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, selamat setelah diterkam seekor buaya saat mencari ikan di perairan Sungai Rokan, Senin (06/07/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Peristiwa menegangkan tersebut terjadi di wilayah perairan antara Sungai Menasib dan Teluk Bano. Korban yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan jaring bolek itu mengalami luka serius di beberapa bagian tubuh akibat gigitan satwa liar tersebut.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari pihak keluarga dan pengakuan korban, peristiwa bermula saat Abdul Aziz berangkat seorang diri menggunakan sampan kecil untuk mencari ikan seperti aktivitas rutinnya sehari-hari.

Selain membawa perlengkapan jaring, korban juga membawa alat pancing yang biasa digunakannya setelah menyelesaikan pekerjaan utama menangkap ikan.

Setibanya di lokasi perairan di tepian Sungai Rokan, Abdul Aziz bersiap memulai aktivitasnya. Namun tanpa diduga, seekor buaya berukuran besar tiba-tiba muncul dan langsung menyerangnya.

Menurut informasi keluarga, buaya tersebut diperkirakan memiliki ukuran sangat besar, dengan lebar sekitar empat keping papan dan panjang diperkirakan mencapai sekitar enam meter.

Serangan terjadi begitu cepat. Korban disebut langsung disambar dan ditarik ke arah tengah sungai. Dalam situasi tersebut, tubuh Abdul Aziz sempat dibawa ke bawah permukaan air dan bergumul dengan buaya.

"Dari cerita korban, beberapa saat dia sempat tidak sadarkan diri. Saat di dalam air dia hanya pasrah dan berserah diri kepada Allah atas apa yang menimpanya," ujar salah seorang anggota keluarga.

Tidak lama kemudian, korban mengaku merasakan dirinya terlepas dari gigitan buaya tersebut. Dalam kondisi tubuh terluka dan lemah, Abdul Aziz berusaha berenang ke permukaan sambil berteriak meminta pertolongan.

Teriakan korban kemudian didengar nelayan lain yang sedang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Sekitar lima menit kemudian, korban berhasil dievakuasi menggunakan perahu mesin kecil. Selanjutnya, korban dipindahkan ke perahu berukuran lebih besar yang datang memberikan bantuan.

Karena lokasi kejadian berada cukup jauh dari daratan, proses evakuasi menuju tepian sungai diperkirakan memakan waktu sekitar satu jam.

Sesampainya di darat, korban langsung dibawa menuju Puskesmas Bangko Kanan, Kecamatan Bangko Pusako, guna mendapatkan penanganan medis.

Namun, keluarga korban mengaku kecewa terhadap pelayanan kesehatan yang diterima saat itu.

Menurut keluarga, saat korban tiba di puskesmas, kondisi Abdul Aziz terus mengalami pendarahan akibat luka gigitan di sejumlah bagian tubuh. Bahkan beberapa handuk disebut penuh darah akibat derasnya pendarahan yang terjadi.

Keluarga menyebut korban tidak mendapatkan penanganan dokter karena dokter disebut tidak berada di lokasi saat itu.

"Korban hanya mendapatkan penanganan awal dari perawat. Sementara kondisi korban terus mengeluarkan darah," kata pihak keluarga.

Merasa kondisi korban membutuhkan penanganan yang lebih cepat dan intensif, pihak keluarga akhirnya memutuskan membawa Abdul Aziz ke Rumah Sakit Awal Bros Bagan Batu.

Di sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, korban disebut terus merintih menahan rasa sakit akibat luka serius yang dideritanya.

Setibanya di Rumah Sakit Awal Bros pada malam hari, korban langsung mendapatkan tindakan medis intensif dan menjalani operasi.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami sejumlah luka serius di tubuh. Berdasarkan informasi keluarga, selain luka gigitan di beberapa bagian tubuh, korban juga diduga mengalami patah tulang rusuk sebelah kiri. 

Meski masih dalam kondisi lemah dan menjalani perawatan intensif, Abdul Aziz bersyukur dirinya masih dapat bertahan hidup dan kembali berkumpul bersama istri serta ketiga anaknya.

"Alhamdulillah masih diberi keselamatan," ujar keluarga menirukan ucapan korban.

Di sisi lain, keluarga berharap pelayanan kesehatan di Puskesmas Bangko Kanan dapat dievaluasi dan ditingkatkan, terutama dalam menghadapi kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Puskesmas Bangko Kanan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tidak adanya dokter saat korban datang untuk mendapatkan penanganan medis.

Catatan redaksi: Informasi terkait dugaan minimnya pelayanan di fasilitas kesehatan masih berdasarkan keterangan pihak keluarga korban dan menunggu konfirmasi resmi dari pihak Puskesmas Bangko Kanan.

Editor: Redaksi

Share :

Terpopuler


Kejaksaan Agung Memeriksa 2 Saksi Terkait Perkara Impor Gula

Terpopuler

28 November 2023, 18:59 WIB

Kejaksaan Agung Memeriksa 2 Saksi Terkait Perkara Impor Gula

Berita Terbaru


Berita Lama


Daftar 14 Negara yang Dilarang Masuk Indonesia Mulai Hari Ini

Berita Lama

07 Januari 2022, 11:39 WIB

Daftar 14 Negara yang Dilarang Masuk Indonesia Mulai Hari Ini
Ashanty Positif Omicron Usai Pulang dari Turki

Berita Lama

07 Januari 2022, 11:42 WIB

Ashanty Positif Omicron Usai Pulang dari Turki
DPD TOPAN RI Rohil Silaturahmi Ke Desa Aek Batu

Berita Lama

10 Januari 2022, 03:27 WIB

DPD TOPAN RI Rohil Silaturahmi Ke Desa Aek Batu