Gambar Ilustrasi: dok_Mediapesisirnews.com
Mediapesisirnews.com – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang euro kembali menjadi perhatian. Berdasarkan data European Central Bank (ECB), kurs euro terhadap rupiah pada Jumat, 5 Juni 2026, mencapai sekitar Rp21.034 per euro, menandai level tertinggi dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap warga negara Indonesia (WNI) yang menetap di berbagai negara Eropa, khususnya mahasiswa yang masih mengandalkan dukungan finansial dari keluarga di Indonesia.
Salah seorang mahasiswa Indonesia di Italia, Rahmalia Intan, yang tengah menempuh studi Magister Kebijakan Publik di University of Padua, mengaku kenaikan kurs euro sangat memengaruhi pengeluaran sehari-hari. Menurutnya, sejak memulai perkuliahan pada September 2025, nilai tukar euro terus mengalami kenaikan signifikan dari kisaran Rp18.000–Rp19.000 hingga kini menembus Rp21.000 per euro.
Kenaikan tersebut membuat kebutuhan hidup yang dibayarkan dalam euro menjadi jauh lebih mahal jika dikonversikan ke rupiah. Biaya yang sebelumnya membutuhkan sekitar Rp1,9 juta kini dapat mencapai Rp2,2 juta hingga Rp2,3 juta untuk jumlah euro yang sama.
Rahmalia menjelaskan bahwa dirinya mengandalkan kombinasi beasiswa Pemerintah Italia, pekerjaan paruh waktu, dan bantuan orang tua untuk memenuhi kebutuhan selama studi. Namun, pelemahan rupiah menyebabkan beban ekonomi keluarga di tanah air semakin berat.
Ia juga menyebut banyak mahasiswa Indonesia lainnya di Eropa menghadapi situasi serupa, terutama mereka yang membiayai pendidikan secara mandiri tanpa dukungan beasiswa penuh.
Di sisi lain, kondisi tersebut justru memberikan keuntungan bagi sebagian diaspora Indonesia yang memperoleh penghasilan dalam euro. Salah satunya Jasmine Fravartirahmi yang bekerja di Prancis. Dengan pendapatan dalam mata uang euro, ia mengaku dapat mengirimkan dana lebih besar kepada keluarganya di Indonesia tanpa harus menambah jumlah pengeluaran dalam euro.
Meski demikian, Jasmine berharap nilai tukar rupiah dapat kembali stabil demi menjaga daya beli masyarakat dan mendukung perekonomian nasional secara keseluruhan.
Para mahasiswa dan diaspora Indonesia di Eropa berharap pemerintah terus memperhatikan perkembangan ekonomi global yang berdampak langsung terhadap nilai tukar rupiah, sehingga stabilitas ekonomi nasional dapat tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi internasional yang terus berkembang.
Sumber: Diadaptasi dari laporan detikBali berjudul "Euro Tembus Rp 21 Ribu, Mahasiswa Indonesia di Eropa Tercekik Biaya Hidup" yang terbit pada 6 Juni 2026.
Editor: Redaksi








