Home / Sosial Budaya

Menjaga Warisan Ulama, Persulukan Seabad di Panipahan Menanti Uluran Perhatian Pemerintah

Media Pesisir News - 22 Agustus 2026, 08:44 WIB , Dibaca 199x

Menjaga Warisan Ulama, Persulukan Seabad di Panipahan Menanti Uluran Perhatian Pemerintah

Mediapesisirnews.com, PANIPAHAN – Di tengah hiruk pikuk kehidupan zaman, masih ada sebuah tempat di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas (PALIKA), Kabupaten Rokan Hilir (ROHIL) yang menjadi saksi panjang perjalanan dakwah dan kehidupan spiritual masyarakat. Sebuah rumah persulukan yang telah berusia sekitar satu abad tetap bertahan, menjadi tempat jamaah mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak zikir, beribadah dan menuntut ilmu agama. Sabtu (22/8/2026). 

Rumah persulukan tersebut didirikan oleh Tuan Guru Syekh Isma'un Al-Kholidi Naqsyabandiyah, yang dikenal sebagai murid dari Syekh Abdul Wahab Rokan, ulama besar yang memiliki pengaruh dalam perkembangan Tarekat Naqsyabandiyah di kawasan Riau dan sekitarnya.

Dari tangan para ulama itulah tradisi keilmuan dan suluk diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Sepeninggal Syekh Isma'un, kepemimpinan persulukan diteruskan oleh putranya, Syekh H. Said, yang dikenal masyarakat sebagai Tuan Guru Kota Terapung Panipahan.

Setelah beliau wafat, amanah tersebut kembali dilanjutkan oleh Khalifah Muhammad Kosim. Sepeninggal Khalifah Muhammad Kosim, kepemimpinan diteruskan oleh Tuan Khalifah Muhammad Basyir.

Kini, amanah tersebut berada di tangan Tuan Guru Khalifah Abdul Muhaimin, yang dikenal sebagai salah satu tuan guru termuda di Provinsi Riau.

Meski masih muda, amanah yang dipikul bukanlah ringan. Ia meneruskan jalan para guru terdahulu, menjaga majelis, membimbing jamaah dan mempertahankan tradisi suluk yang telah hidup selama puluhan tahun.

Bagi para jamaah, persulukan bukan sekadar bangunan.

Di tempat inilah hati ditempa untuk lebih dekat kepada Allah SWT. Di dalam kesunyian malam, lantunan zikir dan doa menjadi bagian dari perjalanan batin para salik. Mereka datang meninggalkan sejenak kesibukan dunia, membawa harapan agar hati menjadi lebih bersih, iman semakin kuat dan kehidupan mendapat keberkahan.

Ada kisah-kisah tentang keteladanan dan karomah para guru terdahulu yang masih dikenang oleh masyarakat dan jamaah. Namun, bagi orang-orang yang memahami jalan tasawuf, karomah bukanlah sesuatu yang patut dibanggakan atau dipertontonkan. Kemuliaan seorang ulama justru tercermin dari ilmu, akhlak, ketawadhuan dan manfaat yang ditinggalkannya bagi umat.

Warisan terbesar para guru tersebut bukan sekadar cerita tentang karomah, melainkan ilmu dan jalan kebaikan yang terus diamalkan oleh generasi setelahnya.

Kini, ratusan jamaah masih datang mengikuti suluk di bawah bimbingan Tuan Guru Khalifah Abdul Muhaimin. Tidak sedikit di antara mereka adalah jamaah lanjut usia yang dengan penuh kesungguhan menempuh perjalanan ibadah.

Namun, ada pemandangan yang mengundang keprihatinan.

Bangunan persulukan yang telah lama berdiri itu kini membutuhkan perhatian. Usianya yang panjang membuat sejumlah bagian bangunan terlihat memerlukan pembenahan dan pembangunan kembali agar lebih layak digunakan.

Di satu sisi, jamaah terus berdatangan untuk beribadah. Di sisi lain, tempat yang menjadi rumah spiritual bagi mereka justru menghadapi keterbatasan kondisi fisik.

Karena itu, muncul harapan kepada Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir agar dapat melihat langsung kondisi persulukan tersebut dan memberikan perhatian sesuai kewenangan serta ketentuan yang berlaku.

Bantuan pembangunan tentu bukan untuk kemewahan.

Harapannya sederhana: agar para jamaah, khususnya orang-orang tua yang datang untuk beribadah, dapat menjalankan suluk dengan lebih aman, nyaman dan khusyuk.

Sebab, ketika sebuah tempat telah menjadi bagian dari perjalanan ibadah masyarakat selama hampir satu abad, ada nilai sejarah dan spiritual yang patut dijaga bersama.

Persulukan itu adalah warisan para guru. Ia menjadi saksi bagaimana ilmu agama diwariskan dengan kesabaran, bagaimana zikir terus dilantunkan dari generasi ke generasi, dan bagaimana masyarakat tetap menjaga tradisi mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kini, harapan itu dititipkan kepada pemerintah dan seluruh pihak yang memiliki kepedulian.

Jangan sampai warisan ulama hanya dikenang ketika bangunannya telah hilang ditelan usia.

Semoga Allah SWT menjaga para guru, jamaah dan seluruh keluarga besar persulukan tersebut. Semoga setiap langkah orang yang datang untuk berzikir, belajar dan beribadah menjadi amal yang diterima Allah SWT.

Dan semoga ikhtiar untuk membangun kembali persulukan ini dipertemukan dengan tangan-tangan yang ikhlas, karena menjaga rumah ibadah dan tempat menuntut ilmu adalah bagian dari menjaga cahaya kebaikan di tengah umat.

Editor: Redaksi

Share :

Terpopuler


Kejaksaan Agung Memeriksa 2 Saksi Terkait Perkara Impor Gula

Terpopuler

28 November 2023, 18:59 WIB

Kejaksaan Agung Memeriksa 2 Saksi Terkait Perkara Impor Gula

Berita Terbaru


Berita Lama


Daftar 14 Negara yang Dilarang Masuk Indonesia Mulai Hari Ini

Berita Lama

07 Januari 2022, 11:39 WIB

Daftar 14 Negara yang Dilarang Masuk Indonesia Mulai Hari Ini
Ashanty Positif Omicron Usai Pulang dari Turki

Berita Lama

07 Januari 2022, 11:42 WIB

Ashanty Positif Omicron Usai Pulang dari Turki
DPD TOPAN RI Rohil Silaturahmi Ke Desa Aek Batu

Berita Lama

10 Januari 2022, 03:27 WIB

DPD TOPAN RI Rohil Silaturahmi Ke Desa Aek Batu