Home / Cerpen

Perjuangan dan Pengorbanan

Media Pesisir News - 26 November 2025, 04:32 WIB, Dibaca 436x

Perjuangan dan Pengorbanan

Angin laut tetap berembus sama seperti dulu di Desa Tanjung Layar, desa kecil yang hidup dari perahu reyot dan harapan sederhana. Di desa itu, Sarman dan Lina, sepasang suami istri nelayan, membesarkan seorang anak laki-laki bernama Raka. Mereka tidak punya harta, tak punya tabungan, namun mereka memiliki satu hal yang tidak pernah habis: doa dan tekad untuk menyekolahkan anak mereka setinggi mungkin.

Setiap subuh sebelum melaut, Sarman selalu menengadahkan tangan,

“Tuhan… kuatkan langkah anakku, jangan biarkan ia mengulang nasibku.”

Dan setiap malam, Lina menatap bintang-bintang, membisikkan harapan,

“Jadikan Raka orang yang berguna, ya Allah… walau kami harus berkorban apa pun.”

Perjuangan itu panjang. Mereka bekerja lebih keras dari siapa pun. Sarman melaut dalam dingin yang menggigil, sementara Lina menambal jaring lusuh sambil menyisihkan uang sedikit demi sedikit untuk biaya sekolah Raka.

Ketika akhirnya Raka diterima di universitas ternama, air mata Sarman dan Lina jatuh seolah beban bertahun-tahun terangkat dari bahu mereka.

Namun kebahagiaan itu ternyata baru gerbang awal.

Dunia kerja begitu kejam. Kesempatan 100 banding 1. Peluang 10 banding 1. Nilai bagus, kecerdasan, dan kerja keras tetap saja tidak cukup tanpa “nama” dan dukungan orang-orang berpengaruh.

Raka ditolak. Berulang kali. Pulang dengan wajah lelah dan hati remuk. Sarman mencoba tersenyum meski hatinya retak. Lina menangis diam-diam saat malam tiba.

Hingga Raka akhirnya memutuskan pergi merantau ke negeri orang, bukan dengan semangat, melainkan dengan hati yang hampa.

Hari ia berangkat, tidak ada senyum, hanya doa yang kembali mereka panjatkan,

“Ya Tuhan… jangan lepaskan tangan anak kami. Kuatkan dia di tempat jauh itu.”

Dan waktu membuktikan bahwa doa orang tua tidak pernah sia-sia.

Di negeri asing, Raka bekerja apa saja, mencuci piring, mengantar barang, menjadi pelayan.

Ia mulai dari bawah, dari titik yang paling sunyi. Namun ia membawa sifat yang diajarkan ayah-ibunya, jujur, sabar, dan tidak mudah menyerah.

Sedikit demi sedikit hidupnya berubah. Kerja kerasnya dilihat. Kesungguhannya dihargai. Hingga akhirnya, ia mendapat kesempatan, kesempatan yang selama ini tidak pernah ia dapatkan di kampung halaman.

Tahun berganti, dan Raka menjadi orang sukses di negeri orang. Ia mengirim uang rutin, merenovasi rumah ayah ibunya, membiarkan Sarman dan Lina menghabiskan masa tua dengan damai, tanpa lagi bersentuhan dengan jaring basah dan ombak dingin.

Suatu sore, Sarman dan Lina menatap foto Raka di ruang tamu, berdasi rapi, tersenyum bangga. Mata mereka kembali berkaca-kaca. Kali ini bukan kesedihan, melainkan kebahagiaan yang utuh.

Perjuangan mereka tidak sia-sia. Pengorbanan mereka terbayar. Dan doa yang mereka panjatkan sejak puluhan tahun lalu akhirnya didengar oleh Tuhan.

Kutipan Penutup

“Cerita ini adalah fiksi belaka. Tidak ada unsur untuk menyinggung perasaan siapa pun. Bila terdapat kemiripan nama, tempat, atau kisah, itu hanyalah kebetulan semata.

Share :

Terpopuler


Kejaksaan Agung Memeriksa 2 Saksi Terkait Perkara Impor Gula

Terpopuler

28 November 2023, 18:59 WIB

Kejaksaan Agung Memeriksa 2 Saksi Terkait Perkara Impor Gula

Berita Terbaru


Berita Lama


Daftar 14 Negara yang Dilarang Masuk Indonesia Mulai Hari Ini

Berita Lama

07 Januari 2022, 11:39 WIB

Daftar 14 Negara yang Dilarang Masuk Indonesia Mulai Hari Ini
Ashanty Positif Omicron Usai Pulang dari Turki

Berita Lama

07 Januari 2022, 11:42 WIB

Ashanty Positif Omicron Usai Pulang dari Turki
DPD TOPAN RI Rohil Silaturahmi Ke Desa Aek Batu

Berita Lama

10 Januari 2022, 03:27 WIB

DPD TOPAN RI Rohil Silaturahmi Ke Desa Aek Batu