Mediapesisirnews.com, BAGANSIAPIAPI – Memasuki usia ke-27 tahun berdirinya Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), upaya memperkuat pelayanan kemanusiaan terus didorong berbagai pihak. Salah satunya melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Rohil yang tengah memperjuangkan terwujudnya Bank Darah di daerah tersebut.
Gagasan tersebut bukan semata-mata untuk memperkuat kelembagaan PMI, tetapi diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membantu Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dalam memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat.
Ketua PMI Kabupaten Rokan Hilir, Rapanis Sutan, mengatakan usulan pembangunan Bank Darah telah disampaikan kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Rohil) melalui proposal.
Hal tersebut disampaikannya saat berbincang bersama awak media di salah satu warung kopi di Bagansiapiapi, Kamis (1/10/2026).
Menurut Rapanis, Rokan Hilir sebagai salah satu dari 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau terus berkembang seiring perjalanan usianya. Karena itu, peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam bidang kemanusiaan dan kesehatan, juga perlu menjadi perhatian bersama.
"Memasuki usia ke-27 tahun Rokan Hilir berdiri, tentu kita berharap pelayanan kepada masyarakat terus semakin baik. Salah satunya bagaimana kita bisa membantu pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan darah masyarakat,” ujar Rapanis.
Ia menjelaskan, PMI Rohil selama ini terus menggiatkan kegiatan donor darah. Sedikitnya 21 kegiatan donor darah telah dilaksanakan sepanjang 2026 sebagai bagian dari upaya membantu menjaga ketersediaan darah.
Namun, menurutnya, kegiatan donor darah perlu didukung dengan sistem pelayanan dan pengelolaan yang lebih kuat. Karena itu, keberadaan Bank Darah di Rohil dinilai penting untuk dipersiapkan secara bertahap dan terencana.
Rapanis berharap usulan tersebut mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Rohil dan DPRD Rohil, termasuk dukungan Bappeda, Dinas Kesehatan, rumah sakit serta instansi terkait lainnya.
"Kita berharap wacana ini bisa diwujudkan pada 2027. Tentunya semua membutuhkan proses, perencanaan dan dukungan bersama. PMI siap bersinergi dan mengambil bagian untuk membantu pemerintah daerah,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Rapanis didampingi Sekretaris PMI Rohil Rahmat Abdah, S.Hi., M.IP., serta Ketua OKK PMI Rohil Alang Juliadi dan tokoh masyarakat Rohil Ijal Simin.
Alang Juliadi mengatakan, pembangunan Bank Darah merupakan bagian dari ikhtiar jangka panjang untuk memperkuat ketersediaan darah di Rohil. PMI, kata dia, tidak dapat berjalan sendiri sehingga diperlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
"Kami berharap Pemerintah Daerah, DPRD Rohil dan seluruh instansi terkait dapat memberikan dukungan. Ini menyangkut kepentingan masyarakat dan nilai kemanusiaan,” ujar Alang.
Ia menambahkan, selain sarana dan prasarana, penguatan Unit Donor Darah (UDD) juga perlu mendapat perhatian, termasuk kesiapan tenaga analis yang memiliki kompetensi untuk mendukung pelayanan pengambilan dan pemeriksaan sampel darah.
Dengan adanya Bank Darah nantinya, PMI Rohil berharap kebutuhan darah masyarakat dapat ditangani secara lebih terencana dan terkoordinasi. Kehadirannya juga diharapkan mampu memperkuat peran pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Di usia ke-27 tahun Rokan Hilir, ikhtiar menghadirkan Bank Darah menjadi bagian dari semangat membangun pelayanan kemanusiaan yang lebih kuat agar ketika masyarakat membutuhkan, darah tersedia dan pertolongan tidak datang terlambat.
Editor: Redaksi





