PEKAITAN, Mediapesisirnews.com | Kekhawatiran masyarakat terhadap abrasi dan longsor yang terjadi di wilayah Kepenghuluan Teluk Bano II, Kecamatan Pekaitan, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), terus meningkat.
Kondisi tersebut mendorong masyarakat bersama perangkat kepenghuluan menggelar musyawarah untuk membahas langkah yang dapat dilakukan secara bersama-sama.
Musyawarah digelar di Masjid Al-Mukminun, Jumat malam, 18 September 2026, dan dihadiri masyarakat sekitar serta sejumlah perangkat wilayah, termasuk Kepala Dusun Mekar Sari Hafiz, Ketua RT 1 Paijan, Ketua RT 2 Ruslan, dan Ketua RT 3 Jarwoto.
Dalam musyawarah tersebut, masyarakat sepakat melakukan pengumpulan dana sebesar Rp100.000 per kepala keluarga (KK).
Pengumpulan dana diberikan kelonggaran waktu selama satu minggu, dengan batas akhir pada Jumat, 25 September 2026.
Dana yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk membeli kambing serta memenuhi berbagai keperluan dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan yang telah disepakati masyarakat.
Salah satu agenda yang direncanakan adalah menghadirkan khalifah atau kiai untuk memimpin kegiatan ratib tolak bala atau ratib togak.
Kegiatan tersebut merupakan ikhtiar spiritual masyarakat dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT agar abrasi dan longsor yang terjadi dapat berhenti serta keselamatan masyarakat senantiasa diberikan.
"Sembari memohon kepada Allah SWT agar abrasi dan longsor ini sekiranya bisa berhenti, sehingga kekhawatiran warga dan masyarakat Kepenghuluan Teluk Bano II dapat teratasi," demikian disampaikan dalam kesepakatan tersebut.
Buka Donasi untuk Masyarakat dan Pemerintah
Pelaksanaan ratib togak dan ratib tolak bala tersebut akan dilakukan setelah dana yang dibutuhkan berhasil terkumpul.
Selain melakukan pengumpulan dana secara internal, pihak dusun dan RT juga membuka donasi bagi masyarakat umum, termasuk pemerintah daerah maupun masyarakat dari desa atau kepenghuluan tetangga yang berkenan memberikan bantuan.
Langkah tersebut menjadi bentuk gotong royong masyarakat di tengah kekhawatiran terhadap kondisi abrasi dan longsor yang mengancam kawasan sekitar.
Di sisi lain, penanganan abrasi dan longsor tetap membutuhkan perhatian serta langkah teknis dari pihak terkait.
Musyawarah warga diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga keselamatan masyarakat sekaligus mendorong adanya penanganan terhadap kondisi lingkungan di wilayah pesisir Teluk Bano II.
Masyarakat berharap persoalan abrasi dan longsor tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah dan instansi terkait, sehingga kekhawatiran warga terhadap dampak yang lebih luas dapat segera ditindaklanjuti.
Laporan: Tim Jurnalis
Editor: Redaksi





