Bagansiapiapi, Mediapesisirnews.com- Kelompok Lukah Gilo Sanggar Budaya Rokan yang dipimpin Agus Rasyid mengapresiasi kegiatan Seminar Penguatan Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan dalam Pelestarian serta Pengembangan Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Rokan Hilir.
Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu, 17–19 September 2026, di Bagansiapiapi, dan secara resmi ditutup pada Sabtu (19/9/2026).
Menurut Agus Rasyid, kegiatan tersebut menjadi ruang penting untuk memperkuat pemahaman sekaligus membangun sinergi antara pemerintah daerah, pelaku budaya, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan kebudayaan lokal.
Agus menilai, penguatan sumber daya manusia dan kelembagaan merupakan bagian penting dalam memastikan berbagai warisan budaya daerah tidak hanya dikenal, tetapi juga tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir di bawah kepemimpinan Bupati Rohil H. Bistamam, khususnya melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rokan Hilir, dapat semakin memperhatikan keberadaan serta peran para pelaku budaya lokal.
Menurutnya, pelibatan secara langsung komunitas dan pelaku budaya sangat diperlukan dalam menyusun maupun menjalankan program pelestarian kebudayaan.
"Kebudayaan tidak hanya membutuhkan penghormatan atas masa lalunya, tetapi juga membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten serta kelembagaan yang kuat agar keberadaannya dapat terus berlanjut," ujar Agus Rasyid, Minggu (20/9).
Apresiasi Penutupan Kegiatan
Agus juga memberikan apresiasi terhadap penutupan rangkaian kegiatan tersebut. Ia berharap berbagai gagasan dan materi yang disampaikan selama tiga hari tidak berhenti sebagai diskusi, tetapi dapat diterapkan melalui program nyata di tengah masyarakat.
Menurutnya, salah satu poin penting dari kegiatan tersebut adalah penguatan kapasitas para penggerak, komunitas, dan pelaku budaya agar mampu menjaga sekaligus mengembangkan kebudayaan sesuai perkembangan zaman.
"Pelestarian budaya tidak cukup hanya menjaga apa yang sudah ada. Kebudayaan juga perlu dikembangkan secara kreatif, tentunya tanpa menghilangkan nilai dan identitas aslinya," katanya.
Agus berharap kegiatan yang ditaja Disdikbud Rohil tersebut dapat memberikan manfaat secara langsung bagi para pelaku seni dan budaya, termasuk kelompok-kelompok budaya yang selama ini konsisten menjaga dan memperkenalkan tradisi lokal.
Ia juga mendorong adanya sinergi yang berkelanjutan antara pemerintah daerah dengan komunitas budaya sehingga pelaku budaya tidak hanya menjadi objek kegiatan, tetapi dapat dilibatkan secara aktif dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan program kebudayaan.
"Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat secara langsung kepada pelaku budaya. Jangan hanya selesai pada seminar, tetapi ada tindak lanjut dan ruang keterlibatan bagi komunitas budaya di lapangan,” ungkap Agus Rasyid, yang memimpin Kelompok Lukah Gilo Sanggar Budaya Rokan.
Rubi Hastuti: Kebudayaan Butuh SDM dan Kelembagaan yang Kuat
Sementara itu, Rubi Hastuti, S.Pd., MM, yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rokan Hilir H. Muhammad Nur Hidayat, saat menutup kegiatan menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, panitia, peserta, serta para pelaku budaya yang telah mengikuti rangkaian kegiatan selama tiga hari.
Rubi mengatakan, berbagai pandangan, gagasan, dan pemikiran yang disampaikan selama seminar menjadi catatan penting dalam upaya memperkuat pemajuan kebudayaan di Kabupaten Rokan Hilir.
Menurutnya, kebudayaan tidak hanya membutuhkan penghormatan terhadap masa lalu, tetapi juga membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten serta kelembagaan yang kokoh untuk menjamin keberlangsungannya di masa depan.
"Penguatan kapasitas para penggerak, komunitas, dan pelaku budaya merupakan kunci agar pemajuan kebudayaan tetap relevan dengan perkembangan zaman," ujar Rubi.
Ia juga menekankan pentingnya kemitraan antara pemerintah, lembaga kebudayaan, akademisi, komunitas, dan masyarakat dalam mengelola serta mendokumentasikan Objek Pemajuan Kebudayaan.
Rubi berharap hasil diskusi selama kegiatan tidak berhenti sebagai wacana, tetapi dapat diimplementasikan di wilayah dan lembaga masing-masing.
"Pelestarian bukan sekadar menjaga apa yang ada, melainkan juga mengembangkannya secara kreatif agar memberikan manfaat sosial, edukatif, dan ekonomi bagi masyarakat tanpa menghilangkan nilai aslinya," jelasnya.
Menutup sambutannya, Rubi menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Dengan mengucapkan Alhamdulillahirabbil’alamin, Rubi secara resmi menutup Seminar Penguatan Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan dalam Pelestarian serta Pengembangan Objek Pemajuan Kebudayaan.
"Semoga pemikiran dan gagasan yang tercipta selama kegiatan ini dapat segera kita implementasikan di wilayah dan lembaga kita masing-masing. Semoga ke depan kegiatan seperti ini dapat terlaksana dengan lebih baik lagi," tutup Rubi Hastuti, S.Pd., MM.
Editor: Red/Tkj.





