BAGANSIAPIAPI, MEDIAPESISIRNEWS.COM – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terdeteksi di kawasan Kepenghuluan Bagan Punak Meranti, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau.
Merespons adanya warga yang sebelumnya terjangkit DBD, Puskesmas Bagan Punak langsung turun ke permukiman warga dan melakukan pengasapan atau fogging, Sabtu (29/8/2026).
Penyemprotan dilakukan di sejumlah rumah warga, khususnya di sekitar lokasi yang diketahui terdapat kasus DBD.
Petugas fogging Puskesmas Bagan Punak mengatakan, penyemprotan dilakukan dengan radius sekitar 100 meter dari titik lokasi kasus.
"Seratus meter ke kiri dan seratus meter ke kanan. Kegiatan ini dari Puskesmas Bagan Punak,"ujar petugas saat ditemui di lokasi.
Siswi SMP Sempat Dirawat
Informasi yang dihimpun, kasus tersebut dialami seorang siswi SMP Negeri 2 Bangko yang berdomisili di kawasan Bagan Punak Meranti.
Siswi tersebut sempat menjalani perawatan di RSUD dr. RM Pratomo Bagansiapiapi. Kondisinya kini dilaporkan telah membaik dan sudah kembali pulih.
"Kemarin kena DBD dan sempat dibawa ke rumah sakit daerah. Alhamdulillah sudah sembuh,” kata salah seorang kerabat keluarga.
Meski pasien telah dinyatakan membaik, munculnya kasus tersebut menjadi perhatian karena DBD dapat menyebar melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.
Warga Diminta Waspada
Sejumlah warga mengapresiasi respons cepat Puskesmas Bagan Punak yang langsung melakukan fogging setelah adanya kasus DBD.
Warga berharap penyemprotan tersebut dapat mencegah munculnya kasus baru di lingkungan mereka.
"Kami berterima kasih kepada Puskesmas Bagan Punak yang cepat merespons. Mudah mudahan dengan penyemprotan ini tidak ada lagi warga yang terkena DBD,” ujar warga.
Di sisi lain, masyarakat diingatkan agar tidak hanya mengandalkan fogging. Kebersihan lingkungan tetap menjadi bagian penting dalam pencegahan DBD.
Warga diharapkan rutin menguras dan membersihkan tempat penampungan air, menutup wadah yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk, serta menghindari genangan air di sekitar rumah.
Puskesmas Bagan Punak pun diharapkan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi lingkungan guna mengantisipasi munculnya kasus DBD berikutnya.
Editor: Redaksi





